Inklusif Berkarakter Today: Selasa, 13 Oktober 2026 M
Berita-berita terbaru yang ada pada hari ini dan materi yang dipelajari di periode waktu hari ini di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter, serta Resource Center (RC) dan Bengkel Kerja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
SEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MINKLUSIF BERKARAKTER TODAYMINGGU KE-2KEBIASAAN HIDUP SEHARI-HARIHARI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) EFEKTIFBAHASA PENGANTAR: INDONESIA, INGGRIS, DAN ARABSENI BUDAYA MUSIK/TARI DAN KETERAMPILAN PRAKARYA (SENI KRIYA/RUPA)KOKURIKULER UNGGULAN: PERTUNJUKAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS)
Yafi Aldi Pranoto
10/14/20267 min read

BERITA #1


Tumbuhkan Budaya Literasi, Siswa SD Al-Madina Berinisiatif Membaca 15 Menit Sebelum Pelajaran Bahasa Indonesia di Perpustakaan
Serang, Banten — Semangat menumbuhkan budaya literasi terlihat di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter melalui inisiatif peserta didik yang memanfaatkan waktu 15 menit sebelum pembelajaran Bahasa Indonesia untuk membaca buku di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini menjadi contoh positif bagaimana kesadaran membaca dapat tumbuh dari diri peserta didik dan menjadi bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari.
Perpustakaan sekolah menjadi tempat bagi peserta didik untuk menjelajahi berbagai bacaan, mulai dari buku cerita anak, dongeng, pengetahuan umum, hingga buku-buku lain yang sesuai dengan usia dan minat mereka. Dengan memilih buku yang menarik, peserta didik memiliki kesempatan untuk menikmati kegiatan membaca dalam suasana yang nyaman sebelum memulai pembelajaran di kelas.
Inisiatif membaca selama 15 menit ini memberikan pengalaman bahwa kegiatan literasi tidak harus selalu dimulai melalui instruksi guru. Ketika peserta didik memiliki kesempatan untuk memilih bacaan sesuai minatnya, membaca dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendorong rasa ingin tahu. Kebiasaan sederhana ini juga memperlihatkan pentingnya menyediakan ruang dan waktu bagi anak untuk mengembangkan minat baca secara mandiri.
Kegiatan membaca sebelum pelajaran Bahasa Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan keterampilan berbahasa. Melalui bacaan yang mereka pilih, peserta didik dapat memperkaya kosakata, mengenal berbagai bentuk kalimat, memahami isi teks, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh. Pengalaman membaca tersebut juga dapat menjadi bekal ketika mereka mengikuti kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis selama pembelajaran berlangsung.
Selain mendukung kemampuan akademik, kebiasaan membaca turut melatih konsentrasi, kesabaran, kemandirian, dan kemampuan memahami sudut pandang yang berbeda. Buku memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal berbagai tokoh, peristiwa, pengalaman, dan pengetahuan baru yang dapat memperluas wawasan mereka.
Bagi SD Al-Madina Inklusif Berkarakter, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan ruang belajar yang mendukung perkembangan pengetahuan, imajinasi, dan karakter peserta didik. Melalui pemanfaatan perpustakaan secara aktif, sekolah berharap semakin banyak peserta didik yang merasa dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian mereka.
Inisiatif ini juga menjadi pengingat bahwa budaya literasi dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Lima belas menit membaca mungkin terlihat singkat, tetapi apabila menjadi kebiasaan, kegiatan tersebut dapat membuka kesempatan bagi peserta didik untuk terus belajar dan menemukan hal-hal baru.
Melalui semangat membaca yang tumbuh di lingkungan sekolah, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berharap dapat membentuk generasi pembelajar yang memiliki rasa ingin tahu, gemar membaca, berpikir kritis, dan mampu mengembangkan pengetahuannya secara mandiri.
Berawal dari 15 menit membaca, tumbuh kebiasaan belajar sepanjang hayat. SD Al-Madina terus mendorong peserta didik untuk menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dan perpustakaan sebagai ruang untuk menemukan inspirasi.





BERITA #2


Belajar Adjectives dengan Menyenangkan, Siswa Kelas III SD Al-Madina Perkaya Kosakata Bahasa Inggris
Serang, Banten — Peserta didik kelas III SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan materi adjectives atau kata sifat. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak mengenal dan memahami kosakata Bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan sifat, ciri, maupun keadaan seseorang, benda, dan lingkungan di sekitar mereka.
Dalam pembelajaran ini, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai contoh kata sifat dalam Bahasa Inggris, seperti big (besar), small (kecil), tall (tinggi), short (pendek), beautiful (indah atau cantik), happy (senang), sad (sedih), dan kind (baik hati). Kosakata tersebut membantu peserta didik memahami bagaimana sebuah kata dapat digunakan untuk memberikan informasi lebih terperinci mengenai sesuatu.
Pembelajaran berlangsung dengan mengaitkan kosakata baru dengan objek dan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik belajar mengenali kata sifat melalui contoh sederhana, mengamati karakteristik benda, serta mencoba menggunakan kosakata yang telah dipelajari dalam kalimat Bahasa Inggris.
Sebagai contoh, peserta didik dapat menggunakan kalimat “The ball is big” untuk menggambarkan bola yang berukuran besar atau “I am happy” untuk mengungkapkan perasaan senang. Melalui contoh-contoh sederhana tersebut, peserta didik belajar memahami makna kata sekaligus mengetahui cara menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah perbendaharaan kosakata, tetapi juga melatih keberanian peserta didik dalam menggunakan Bahasa Inggris. Dengan bimbingan guru, mereka mendapatkan kesempatan untuk mencoba mengucapkan kata-kata baru, menyusun kalimat sederhana, dan menyampaikan jawaban sesuai dengan pemahaman masing-masing.
Pembelajaran kosakata melalui contoh konkret juga membantu peserta didik menghubungkan bahasa dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat memahami bahwa kata sifat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari mendeskripsikan ukuran benda dan penampilan hingga mengungkapkan perasaan serta karakter seseorang.
Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, penggunaan contoh yang mudah dipahami, pengulangan kosakata, serta pendampingan guru menjadi bagian penting untuk membantu peserta didik membangun pemahaman secara bertahap.
Melalui pembelajaran adjectives ini, peserta didik kelas III diharapkan semakin kaya akan kosakata Bahasa Inggris, mampu mendeskripsikan benda dan keadaan secara sederhana, serta semakin percaya diri dalam berkomunikasi. Penguasaan kata sifat juga menjadi salah satu fondasi bagi mereka untuk mempelajari struktur kalimat dan keterampilan berbahasa Inggris pada tahap berikutnya.
Melalui pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mendorong peserta didik untuk berani mencoba, aktif belajar, dan mengembangkan kemampuan berbahasa sebagai bekal untuk mengenal dunia yang lebih luas.




BERITA #3


Asah Kreativitas dan Imajinasi, Siswa Kelas I SD Al-Madina Melukis Kupu-Kupu dengan Cat Air
Serang, Banten — Suasana pembelajaran yang penuh warna terlihat dalam kegiatan Seni Rupa di kelas I SD Al-Madina Inklusif Berkarakter. Kali ini, peserta didik diajak mengeksplorasi kreativitas melalui kegiatan melukis kupu-kupu menggunakan cat air. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal seni melalui warna, bentuk, dan goresan kuas.
Dalam pembelajaran ini, peserta didik diperkenalkan dengan bentuk kupu-kupu sebagai objek lukisan. Dengan bimbingan guru, mereka belajar mengenali bentuk sayap, tubuh, dan bagian-bagian sederhana dari kupu-kupu sebelum menuangkannya ke dalam gambar. Selanjutnya, peserta didik menggunakan cat air untuk memberikan warna pada lukisan sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing.
Beragam warna yang digunakan menghadirkan karya-karya yang unik dan menarik. Peserta didik mendapatkan kebebasan untuk memilih kombinasi warna, menghias sayap kupu-kupu, serta menciptakan lukisan dengan ciri khas mereka sendiri. Tidak ada keharusan bagi setiap anak untuk menghasilkan karya yang sama, karena setiap lukisan merupakan bentuk ekspresi dan kreativitas individual.
Selain mengenalkan teknik melukis menggunakan cat air, kegiatan ini juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus peserta didik. Saat memegang kuas, mencampurkan warna, dan menggoreskan cat pada kertas, anak-anak berlatih mengoordinasikan gerakan tangan dan mata. Mereka juga belajar menggunakan alat dan bahan seni dengan hati-hati serta menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan melukis kupu-kupu turut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih konsentrasi, kesabaran, dan ketekunan. Mereka belajar mengikuti tahapan berkarya, mulai dari membuat bentuk dasar hingga menyelesaikan pewarnaan. Proses tersebut mengajarkan bahwa menghasilkan sebuah karya membutuhkan waktu, usaha, dan keberanian untuk mencoba.
Bagi peserta didik kelas I, kegiatan seni rupa juga menjadi ruang untuk mengekspresikan perasaan dan gagasan melalui media visual. Melalui pilihan warna dan bentuk yang mereka ciptakan, anak-anak dapat mengembangkan imajinasi sekaligus membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri.
Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina berupaya memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam kegiatan ini, proses berkarya menjadi bagian penting dari pembelajaran. Setiap anak diberikan kesempatan untuk bereksplorasi, mencoba berbagai kemungkinan, dan menikmati pengalaman menciptakan karya seni dengan pendampingan guru.
Melalui kegiatan melukis kupu-kupu dengan cat air, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berharap peserta didik semakin mengenal dunia seni, berani mengekspresikan ide, serta mampu menghargai hasil karya sendiri dan karya teman. Pengalaman sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan mengembangkan kreativitas sejak usia dini.
Dari goresan kuas dan perpaduan warna, tumbuh imajinasi, kreativitas, dan kepercayaan diri. SD Al-Madina terus menghadirkan pembelajaran seni yang menyenangkan agar setiap anak memiliki kesempatan untuk berkarya dan menunjukkan keunikannya.





BERITA #4


Lanjutkan Proyek STEAM, Siswa SD Al-Madina Susun Daftar Bahan dan Langkah Pembuatan Miniatur Rumah Tahan Gempa
Serang, Banten, 13 Oktober 2026 — Peserta didik SD Al-Madina Inklusif Berkarakter kembali melanjutkan proyek kokurikuler STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dengan mengembangkan rancangan rumah tahan gempa. Pada pertemuan kali ini, peserta didik berfokus pada penyusunan daftar bahan yang diperlukan serta penulisan langkah-langkah pembuatan miniatur rumah tahan gempa sebagai persiapan menuju tahap pembuatan model.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran sebelumnya, ketika peserta didik mengembangkan dan mempresentasikan rancangan (blueprint) rumah tahan gempa. Setelah menuangkan ide melalui gambar rancangan, kini mereka diajak melangkah lebih jauh dengan merencanakan bagaimana rancangan tersebut dapat diwujudkan menjadi sebuah miniatur.
Dalam kegiatan ini, peserta didik mulai mengidentifikasi berbagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat miniatur rumah. Bahan-bahan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan, kemudahan penggunaan, keamanan, serta kesesuaiannya dengan bentuk dan struktur bangunan yang telah dirancang. Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain stik es krim, kardus, tusuk sate atau stik kayu, lem, kertas, penggaris, gunting, dan alat pewarna.
Setelah menentukan bahan yang diperlukan, peserta didik melanjutkan kegiatan dengan menuliskan langkah-langkah pembuatan miniatur secara berurutan. Mereka belajar memecah proses pembuatan menjadi tahapan yang lebih sederhana, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat alas miniatur, menyusun kerangka bangunan, memasang bagian-bagian rumah, hingga menyelesaikan detail dan tampilan akhir. Penyusunan langkah ini membantu peserta didik memahami bahwa sebuah proyek membutuhkan perencanaan yang matang sebelum memasuki tahap pengerjaan.
Kegiatan tersebut juga mengajak peserta didik memikirkan kembali rancangan yang telah dibuat. Mereka perlu mempertimbangkan bagaimana kerangka rumah dapat disusun agar stabil, bagaimana setiap bagian dapat saling terhubung, serta bagaimana bentuk bangunan dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya membuat daftar kebutuhan, tetapi juga mulai menghubungkan gagasan desain dengan proses rekayasa sederhana.
Proyek ini mengintegrasikan lima unsur STEAM secara kontekstual. Unsur Science diperkenalkan melalui pemahaman mengenai gempa bumi dan respons bangunan terhadap getaran. Unsur Technology berkaitan dengan pemanfaatan alat dan bahan dalam proses pembuatan. Unsur Engineering diterapkan melalui perencanaan struktur dan penyusunan tahapan konstruksi. Sementara itu, Art hadir dalam pengembangan bentuk dan tampilan miniatur, sedangkan Mathematics digunakan untuk memperkirakan ukuran, mengukur panjang bahan, dan menentukan proporsi bagian-bagian bangunan.
Selain mengembangkan pemahaman lintas disiplin ilmu, kegiatan ini melatih kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, menyelesaikan masalah, menyusun rencana kerja, dan mengomunikasikan gagasan secara tertulis. Peserta didik juga belajar bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya bergantung pada hasil akhir, tetapi juga pada proses perencanaan, ketelitian, dan kemampuan mengevaluasi pilihan yang telah dibuat.
Melalui proyek kokurikuler STEAM ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar. Topik rumah tahan gempa dipilih untuk mengenalkan pentingnya keselamatan bangunan sekaligus mendorong peserta didik mencari solusi melalui proses kreatif dan sistematis.
Pertemuan kali ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum peserta didik mulai merakit miniatur rumah tahan gempa. Daftar bahan dan langkah-langkah yang telah disusun akan menjadi panduan dalam proses pengerjaan berikutnya. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan rancangan mereka menjadi sebuah model sederhana yang nantinya dapat diamati, diuji melalui simulasi terbatas, dan diperbaiki berdasarkan hasil pengamatan.
Dari rancangan menuju karya nyata, peserta didik SD Al-Madina belajar bahwa setiap inovasi berawal dari sebuah gagasan, dilanjutkan dengan perencanaan yang cermat, dan diwujudkan melalui proses mencoba, mengamati, serta memperbaiki.
link yang dipakai untuk contoh: https://youtu.be/ZsZBCc-dx2A






