FASILITAS SD AL-MADINA

Gilang Pratama

NIY : 122022015

Hera Yulianti, S.Pd

NIY : 072024021

Achmad Firdaus

NIY : 092024023

Wiwin Tajwini, S. Ag

NIY : 072024022

Rizky Nur Pratama

NIY : 072025034

Yafi Aldi Pranoto

NIY : 042025030

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

Keunggulan SD Al-Madina

Pembiasaan Keagamaan

(Istigotsah, Iklil, Dzikir, Yasin Fadhilah, Maulid Rasulullah, Sholat Berjamaah dan Baca Al Qur’an)

Pembiasaan Keagamaan di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter merupakan salah satu bentuk upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlakul karimah. Kegiatan keagamaan ini meliputi Istigotsah, Iklil, Dzikir, Yasin Fadhilah, Maulid, Sholat Berjamaah dan Baca Al Qur’an yang rutin dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan spiritualitas serta pemahaman siswa terhadap ajaran Islam.

Istigotsah dan Iklil dilakukan sebagai wujud permohonan doa bersama, Dzikir adalah bentuk ibadah, ketaatan, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT yang berdampak pada ketenangan hati dan pembentukan akhlak mulia, Yasin Fadhilah adalah bentuk ibadah,tilawah Al-Qur’an, dan doa yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menumbuhkan nilai spiritual. Maulid Nabi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah, Sholat Berjamaah sebagai praktik kedisiplinan dan kebersamaan dalam ibadah, serta Baca Al-Qur’an untuk memperkuat hafalan dan pemahaman kitab suci. Semua kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai agama.

Tenaga Pendidik 93% Sarjana Pendidikan

Tenaga pendidik di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter didominasi oleh para profesional yang kompeten, dengan 90% di antaranya merupakan lulusan Sarjana Pendidikan. Para guru ini tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga terlatih dalam metode pengajaran yang efektif dan inovatif. Dengan latar belakang akademik yang kuat, mereka berkomitmen untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, baik dalam aspek akademis maupun karakter. Kompetensi yang mereka miliki menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

Semi Pesantren

Memiliki cakupan materi dan kegiatannya lebih luas dan beragam. Cakupan Materi tambahan selain Pendidikan Agama Islam adalah Baca Tulis Al-Qur'an, Tahfidzul Qur'an, Pemahaman Agama berbasis Al-Qur'an dan Hadis, dan Akidah Akhlak. Kegiatan Belajar yang lebih luas yakni menghafal surat-surat pendek, shalawatan, dzikir, Yasin Fadilah dan cara berdoa kekhasan Nahdatul Ulama.

Sistem Sentra

Artinya setiap mata pelajaran berganti ruangan atau moving class, siswa pindah kelas sesuai jadwal, setiap materi memiliki ruangannya sendiri, akan tetapi adanya kolaborasi setiap guru mata pelajaran yang saling menunjang, yakni:

1. Kolaborasi Bahasa Inggris dengan seni lewat lagu, dan

2. Kolaborasi Bahasa Indonesia dengan PPKn dan IPAS, mengajarkan siswa senang membaca. Salah satunya buku IPAS dan PPKn dibaca lalu siswa diminta bercerita atau menjelaskan apa isi buku yang dibaca, kemudian ditulis dan dirangkum.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

Model Pembelajaran

Model pembelajaran di SD Al-Madina menggunakan metode pembelajaran yang terstuktur, Inovatif, menyeluruh dan mendalam untuk mengembangkan berbagai aspek kegiatan dengan berbasis proyek. Materi yang dikembangkan secara esensial dengan menggunakan pendekatan deep learning.

Bahasa Pengantar

Selain Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, ada dua bahasa yang digunakan di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

Berbasis Projek

Project-Based Learning School / PjBL adalah model sekolah atau pembelajaran yang menempatkan proyek nyata sebagai pusat proses belajar. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi memecahkan masalah dunia nyata melalui projek yang terstruktur.

  1. Kolaboratif: Siswa bekerja dalam kelompok untuk merancang, meneliti, membuat, dan mempresentasikan hasil proyek.

  2. Assessment berbasis produk dan proses: Penilaian bukan hanya dari ujian, tetapi dari hasil karya (produk), kemampuan analisis, kerja sama, presentasi, dan refleksi proses.