Inklusif Berkarakter Today: Rabu, 14 Oktober 2026 M

Berita-berita terbaru yang ada pada hari ini dan materi yang dipelajari di periode waktu hari ini di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter, serta Resource Center (RC) dan Bengkel Kerja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

SEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MINKLUSIF BERKARAKTER TODAYMINGGU KE-2KEBIASAAN HIDUP SEHARI-HARIHARI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) EFEKTIFMUHADATSAH & MUHADHOROH • CONVERSATION & PUBLIC SPEAKING • PERCAKAPAN & BERPIDATOMATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN)KOKURIKULER UNGGULAN: BULAN BAHASA (LANGUAGE FESTIVAL)

Yafi Aldi Pranoto

10/15/20269 min read

Setiap Kelas, Setiap Mata Pelajaran

Materi Hari Ini

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #1

Rabu Berbahasa, SD Al-Madina Latih Conversation dan Public Speaking dalam Bahasa Inggris dan Arab

Serang, Banten, 14 Oktober 2026 — SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus berupaya mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik melalui kegiatan pembiasaan berbahasa asing yang dilaksanakan setiap hari Rabu sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Melalui kegiatan Conversation and Public Speaking, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berlatih berbicara menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.

Kegiatan ini dirancang untuk membiasakan peserta didik menggunakan bahasa asing secara aktif, tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa di dalam kelas. Dengan berlatih secara rutin, peserta didik diharapkan semakin terbiasa mendengarkan, memahami, dan menggunakan ungkapan sederhana dalam percakapan sehari-hari, sekaligus membangun kepercayaan diri saat berbicara di hadapan orang lain.

Setiap pekan, kegiatan berfokus pada salah satu bahasa yang dipelajari, yaitu Bahasa Inggris atau Bahasa Arab. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, giliran Bahasa Arab menjadi fokus latihan conversation. Peserta didik diajak mempraktikkan percakapan sederhana dengan menggunakan ungkapan yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti sapaan, perkenalan diri, menanyakan kabar, serta percakapan singkat di lingkungan sekolah.

Melalui latihan tersebut, peserta didik belajar menggunakan ungkapan Bahasa Arab secara langsung dalam konteks komunikasi. Mereka berlatih mengucapkan kosakata dengan tepat, memahami respons lawan bicara, dan menyusun kalimat sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan percakapan juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk saling berinteraksi dan belajar bersama teman-temannya.

Selain melatih kemampuan conversation, program ini turut mendukung pengembangan keterampilan public speaking. Peserta didik didorong untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan secara runtut, serta membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan teman dan guru. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka berkomunikasi dengan lebih baik, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan berbahasa asing sebelum KBM juga menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang aktif sejak awal hari sekolah. Kegiatan ini membuka kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa melalui praktik yang konsisten, sehingga bahasa tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk berkomunikasi.

Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina memberikan perhatian terhadap kesempatan belajar bagi setiap peserta didik. Dalam kegiatan ini, peserta didik dapat berlatih sesuai dengan kemampuan masing-masing, memperoleh pendampingan, serta membangun keberanian untuk mencoba tanpa takut melakukan kesalahan. Proses belajar yang suportif diharapkan dapat membantu mereka berkembang secara bertahap.

Melalui program Conversation and Public Speaking setiap hari Rabu, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berharap peserta didik semakin terampil berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Lebih dari sekadar penguasaan bahasa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kemandirian, dan keterbukaan terhadap wawasan yang lebih luas.

Dengan membiasakan diri berbicara sejak dini, peserta didik belajar bahwa kemampuan berbahasa tumbuh melalui keberanian untuk mencoba dan kesempatan untuk terus berlatih. SD Al-Madina berkomitmen untuk mendampingi setiap anak agar semakin percaya diri dalam berkomunikasi dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #2

Belajar Pecahan dengan Mudah, Siswa Kelas V SD Al-Madina Berlatih Mengubah Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

Serang, Banten, 14 Oktober 2026 — Peserta didik kelas V SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Matematika dengan materi mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memahami hubungan antara kedua bentuk pecahan serta menguasai langkah-langkah perhitungannya secara sistematis.

Dalam pembelajaran kali ini, peserta didik mempelajari bahwa pecahan biasa merupakan pecahan yang ditulis dalam bentuk pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa. Pemahaman terhadap kedua bentuk pecahan tersebut menjadi dasar penting untuk mempelajari berbagai materi Matematika pada tahap berikutnya.

Guru membimbing peserta didik untuk memahami cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran melalui pembagian pembilang dengan penyebut. Hasil pembagian menjadi bilangan bulat, sedangkan sisanya menjadi pembilang pecahan dengan penyebut yang tetap sama.

Sebagai contoh, pecahan 17/5 dapat diubah menjadi 3 2/5 karena 17 dibagi 5 menghasilkan 3 dengan sisa 2. Melalui contoh tersebut, peserta didik belajar memahami bahwa pecahan biasa yang nilainya lebih dari satu dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dan pecahan.

Sebaliknya, peserta didik juga berlatih mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Caranya adalah mengalikan bilangan bulat dengan penyebut, kemudian menambahkan hasilnya dengan pembilang. Hasil tersebut menjadi pembilang baru, sedangkan penyebut tetap sama.

Misalnya, pecahan campuran 2 3/4 dapat diubah menjadi 11/4 melalui perhitungan (2 × 4) + 3 = 11. Dengan mempelajari kedua proses tersebut, peserta didik memahami bahwa pecahan biasa dan pecahan campuran dapat menyatakan nilai yang sama dalam bentuk penulisan yang berbeda.

Selama pembelajaran berlangsung, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan latihan soal dan menerapkan langkah-langkah yang telah dipelajari. Kegiatan ini membantu mereka melatih ketelitian dalam melakukan pembagian, perkalian, dan penjumlahan, sekaligus memahami hubungan antarbentuk pecahan.

Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menghitung, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami alasan di balik setiap langkah penyelesaian. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak sekadar menghafal rumus, tetapi mampu menerapkan konsep pecahan dalam berbagai situasi dan permasalahan Matematika.

Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina berupaya menghadirkan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Melalui penjelasan bertahap, contoh konkret, dan latihan yang sesuai, peserta didik didorong untuk membangun pemahaman serta meningkatkan kepercayaan diri dalam belajar Matematika.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik kelas V diharapkan semakin terampil mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran maupun sebaliknya. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk mempelajari operasi hitung pecahan dan menyelesaikan berbagai persoalan Matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami konsep, berlatih secara konsisten, dan berani mencoba, peserta didik SD Al-Madina terus mengembangkan kemampuan numerasi sebagai bagian dari perjalanan mereka menjadi pembelajar yang mandiri, teliti, dan percaya diri.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #3

Mengenal Indonesia Sejak Dini, Siswa Kelas I SD Al-Madina Belajar tentang Identitas dan Keberagaman Bangsa

Serang, Banten — Peserta didik kelas I SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi Mengenal Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peserta didik pada identitas bangsa Indonesia, simbol-simbol negara, serta keberagaman yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik diajak mengenal Indonesia sebagai negara tempat mereka tinggal. Guru memperkenalkan berbagai identitas nasional, seperti bendera Merah Putih, lambang negara Garuda Pancasila, serta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Melalui pengenalan tersebut, peserta didik mulai memahami simbol-simbol yang mewakili bangsa Indonesia dan pentingnya menghormati identitas negara.

Selain mengenal simbol negara, peserta didik juga diperkenalkan pada keberagaman Indonesia. Guru mengajak mereka memahami bahwa Indonesia memiliki banyak suku, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, serta tradisi yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dihargai bersama.

Agar materi lebih mudah dipahami, pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajak mengenali lingkungan tempat tinggal, memahami bahwa setiap orang dapat memiliki kebiasaan dan latar belakang yang berbeda, serta belajar bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauhi.

Melalui kegiatan ini, peserta didik juga belajar mengenai pentingnya hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama dengan teman. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun sikap toleransi dan kebersamaan sejak usia dini. Peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa meskipun memiliki perbedaan, seluruh masyarakat Indonesia tetap merupakan bagian dari satu bangsa.

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan tema Mengenal Indonesia tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta didik, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Melalui pengenalan identitas nasional dan keberagaman, anak-anak mulai membangun pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan serta menghargai kekayaan budaya Indonesia.

Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Setiap anak diajak memahami bahwa perbedaan merupakan bagian alami dari kehidupan bersama dan setiap orang berhak memperoleh penghormatan serta kesempatan untuk berpartisipasi.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik kelas I diharapkan semakin mengenal Indonesia, memahami simbol-simbol negara, serta menunjukkan sikap bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya karakter yang cinta tanah air, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi persatuan.

Mengenal Indonesia adalah langkah awal untuk mencintai tanah air. Melalui pembelajaran sejak dini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berkomitmen menumbuhkan generasi yang mengenal bangsanya, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #4

Belajar Menjadi Warga yang Bertanggung Jawab, Siswa Kelas III SD Al-Madina Berlatih Soal tentang Peraturan, Hak, dan Kewajiban

Serang, Banten, 14 Oktober 2026 — Peserta didik kelas III SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan mengerjakan latihan soal mengenai peraturan, hak, dan kewajiban. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta didik tentang pentingnya menaati peraturan, mengenali hak yang dimiliki, serta melaksanakan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik diajak mengingat kembali pengertian peraturan, hak, dan kewajiban beserta contoh penerapannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Guru memberikan penguatan bahwa peraturan dibuat untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama, sedangkan hak dan kewajiban perlu dipahami serta dilaksanakan secara seimbang.

Peserta didik kemudian mengerjakan latihan soal untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Melalui berbagai pertanyaan dan contoh situasi sederhana, mereka berlatih membedakan perilaku yang sesuai dengan peraturan, mengenali hak yang seharusnya diperoleh, serta menentukan kewajiban yang perlu dilaksanakan.

Contoh yang dibahas berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti kewajiban menjaga kebersihan kelas, hak memperoleh pembelajaran yang nyaman, kewajiban mematuhi tata tertib sekolah, serta hak menggunakan fasilitas sekolah dengan baik. Melalui contoh-contoh tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa setiap hak dan kewajiban memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis.

Kegiatan latihan soal juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Mereka tidak hanya diminta mengingat materi, tetapi juga belajar menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi tertentu. Dengan demikian, pemahaman mengenai peraturan, hak, dan kewajiban diharapkan dapat diterapkan dalam perilaku nyata, bukan sekadar menjadi pengetahuan yang dipelajari di kelas.

Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan ini melatih ketelitian, kemandirian, dan tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas. Guru memberikan pendampingan dan pembahasan agar peserta didik dapat memahami alasan di balik setiap jawaban serta memperbaiki pemahaman apabila masih terdapat kekeliruan.

Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berupaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling menghormati melalui kegiatan pembelajaran. Peserta didik didorong untuk memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang perlu dihargai dan kewajiban yang perlu dilaksanakan demi kebaikan bersama.

Melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila ini, peserta didik kelas III diharapkan semakin memahami pentingnya menaati peraturan, menghormati hak orang lain, serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi bagian dari karakter mereka, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami hak, melaksanakan kewajiban, dan menaati peraturan merupakan langkah sederhana untuk membangun kehidupan yang tertib dan harmonis. SD Al-Madina terus mendorong peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama sejak dini.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #5

Asah Kemampuan Berbahasa, Kokurikuler Kebahasaan SD Al-Madina Pelajari English Syllables

Serang, Banten, 14 Oktober 2026 — SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mengembangkan kemampuan berbahasa peserta didik melalui kegiatan kokurikuler kebahasaan yang dilaksanakan setiap hari Rabu setelah jam pelajaran selesai. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk memperdalam keterampilan berbahasa melalui aktivitas yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Pada Rabu, 14 Oktober 2026, kegiatan kokurikuler kebahasaan berfokus pada materi English syllables atau suku kata dalam Bahasa Inggris. Melalui materi ini, peserta didik diajak mengenal cara memecah kata menjadi bagian-bagian bunyi yang diucapkan dalam satu ketukan suara atau beat.

Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik mempelajari bahwa kata-kata dalam Bahasa Inggris dapat memiliki jumlah suku kata yang berbeda. Sebagai contoh, kata cat memiliki satu suku kata, apple memiliki dua suku kata, banana memiliki tiga suku kata, dan elephant memiliki tiga suku kata. Melalui contoh-contoh tersebut, peserta didik berlatih mengenali dan menghitung jumlah suku kata dalam berbagai kosakata Bahasa Inggris.

Agar materi lebih mudah dipahami, pembelajaran dapat dilakukan melalui aktivitas mengucapkan kata, menepuk tangan sesuai jumlah suku kata, serta mengelompokkan kata berdasarkan jumlah suku katanya. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami konsep melalui pengalaman langsung, sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menarik dan tidak monoton.

Materi English syllables memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa. Pemahaman mengenai suku kata membantu peserta didik melatih pelafalan, mengenali pola bunyi, serta mengucapkan kata dengan lebih jelas. Keterampilan ini juga menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan kemampuan membaca dan berbicara dalam Bahasa Inggris.

Selain memperkaya kosakata, kegiatan ini melatih konsentrasi, ketelitian, keberanian mencoba, dan kepercayaan diri peserta didik ketika mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris. Melalui latihan bersama, mereka juga memperoleh kesempatan untuk belajar dari teman dan memperbaiki pelafalan secara bertahap.

Sebagai sekolah inklusif berkarakter, SD Al-Madina berupaya menghadirkan kegiatan kebahasaan yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Pembelajaran dilakukan dengan mengedepankan proses, partisipasi aktif, dan pengalaman belajar yang positif sehingga peserta didik dapat membangun keterampilan bahasa tanpa merasa terbebani.

Melalui kegiatan kokurikuler kebahasaan setiap Rabu, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berharap peserta didik semakin tertarik mempelajari Bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menumbuhkan keberanian berkomunikasi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi lingkungan yang semakin beragam.

Belajar bahasa dimulai dari mengenal bunyi, memahami kata, dan berani mengucapkannya. Melalui kokurikuler kebahasaan, SD Al-Madina terus membuka ruang bagi peserta didik untuk belajar, berlatih, dan tumbuh menjadi pembelajar bahasa yang percaya diri.