Inklusif Berkarakter Today: Selasa, 20 Oktober 2026 M
Berita-berita terbaru yang ada pada hari ini dan materi yang dipelajari di periode waktu hari ini di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter, serta Resource Center (RC) dan Bengkel Kerja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
SEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MINKLUSIF BERKARAKTER TODAYKEBIASAAN HIDUP SEHARI-HARIHARI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) EFEKTIFPEKAN KETIGAHARI SELASAPENDIDIKAN AGAMA ISLAM, PENERAPAN AGAMA BERBASIS AL-QUR'AN & HADIST, PEMAHAMAN FIQIH DAN PENGUATAN AQIDAH, BACA TULIS AL-QUR'AN, DAN TAHFIDZUL QUR'ANPENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN)FASE B KELAS III (SUNAN BONANG)FASE C KELAS V (SUNAN KUDUS)FASE A KELAS I (SUNAN GRESIK)SENI BUDAYA MUSIK/TARI DAN KETERAMPILAN PRAKARYA (SENI KRIYA/RUPA)BAHASA PENGANTAR: INDONESIA, INGGRIS, DAN ARAB
Yafi Aldi Pranoto
10/21/20266 min read

BERITA #1


Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini melalui Pembelajaran PAI Kelas III
Serang, Banten — Peserta didik kelas III SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan materi perilaku terpuji. Pembelajaran ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia serta membiasakan peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik mengenal berbagai contoh perilaku terpuji, seperti berkata jujur, bersikap amanah, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta membantu orang lain yang membutuhkan. Peserta didik juga diajak memahami bahwa perilaku terpuji merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang perlu diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan.
Melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik belajar mengidentifikasi tindakan yang mencerminkan akhlak baik, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Mereka juga diajak memahami pentingnya membiasakan perilaku positif, seperti berkata jujur ketika melakukan kesalahan, mengembalikan barang yang bukan miliknya, meminta maaf ketika berbuat salah, dan membantu teman tanpa membeda-bedakan.
Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan dan karakter. Peserta didik diharapkan mampu menyadari bahwa menjadi pribadi yang baik tidak cukup hanya dengan mengetahui perilaku terpuji, tetapi juga dengan membiasakannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembelajaran PAI materi perilaku terpuji, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus berupaya membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat menjadi pedoman bagi peserta didik untuk membangun hubungan yang baik dengan Allah Swt., sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.





BERITA #2


Mengenal Norma dan Aturan, Peserta Didik Kelas V SD Al-Madina Belajar Memahami Perbedaannya
Serang, Banten — Peserta didik kelas V SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila (PPKn) dengan materi norma dan aturan serta perbedaan di antara keduanya. Melalui pembelajaran ini, peserta didik diajak memahami pentingnya pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik mempelajari bahwa norma merupakan pedoman atau kaidah yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma membantu seseorang memahami tindakan yang dianggap baik, pantas, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Sementara itu, aturan merupakan ketentuan yang dibuat atau disepakati untuk mengatur perilaku dalam situasi atau lingkungan tertentu agar kehidupan berjalan tertib.
Peserta didik juga mempelajari berbagai jenis norma, seperti norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Setiap jenis norma memiliki sumber dan konsekuensi yang berbeda. Sebagai contoh, norma agama berkaitan dengan ajaran agama, norma kesusilaan berhubungan dengan hati nurani, norma kesopanan berkaitan dengan kebiasaan dan tata krama, sedangkan norma hukum ditetapkan oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi hukum.
Untuk memperjelas pemahaman, peserta didik diajak mengenali contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Norma kesopanan dapat diterapkan dengan berbicara santun kepada orang lain, sedangkan aturan sekolah dapat berupa ketentuan datang tepat waktu, menjaga kebersihan kelas, dan mengikuti tata tertib selama pembelajaran. Dari contoh tersebut, peserta didik belajar bahwa norma dan aturan sama-sama berfungsi membimbing perilaku, meskipun keduanya tidak sepenuhnya memiliki makna yang sama.
Melalui diskusi dan pembahasan contoh konkret, peserta didik didorong untuk mengidentifikasi perbedaan norma dan aturan, memahami alasan suatu ketentuan perlu ditaati, serta mempertimbangkan akibat apabila pedoman perilaku tersebut diabaikan. Pembelajaran ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari.
Pembelajaran Pendidikan Pancasila ini menjadi bagian dari upaya SD Al-Madina Inklusif Berkarakter dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan memahami norma dan aturan sejak dini, peserta didik diharapkan mampu menerapkan perilaku yang baik serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis, baik di sekolah maupun di masyarakat.




BERITA #3


Belajar Nama Negara dan Ibu Kotanya dengan Baamboozle, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III Makin Menyenangkan
Serang, Banten — Peserta didik kelas III SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris dengan materi Countries and Capitals atau nama-nama negara dan ibu kotanya. Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini memanfaatkan media pembelajaran daring Baamboozle sebagai sarana latihan dan penguatan pemahaman peserta didik.
Dalam pembelajaran ini, peserta didik diperkenalkan dengan kosakata Bahasa Inggris yang berkaitan dengan nama negara dan ibu kotanya. Beberapa contoh yang dipelajari antara lain Indonesia – Jakarta, Japan – Tokyo, Malaysia – Kuala Lumpur, Thailand – Bangkok, dan Australia – Canberra. Melalui materi tersebut, peserta didik tidak hanya memperkaya kosakata Bahasa Inggris, tetapi juga memperoleh pengetahuan umum mengenai berbagai negara di dunia.
Penggunaan Baamboozle membuat kegiatan belajar terasa lebih menarik melalui kuis interaktif yang dikemas dalam bentuk permainan. Peserta didik diajak menjawab pertanyaan, mencocokkan nama negara dengan ibu kotanya, serta mengingat kembali kosakata yang telah dipelajari. Format permainan ini mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif, berkonsentrasi, dan mencoba menjawab pertanyaan dengan percaya diri.
Selain melatih kemampuan mengingat kosakata, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan memahami pertanyaan sederhana dalam Bahasa Inggris. Suasana belajar yang menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam mempelajari bahasa asing serta membantu mereka memahami materi secara lebih efektif.
Pemanfaatan media digital seperti Baamboozle menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Dengan memadukan materi pembelajaran dan permainan edukatif, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif tanpa mengesampingkan tujuan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran untuk mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan kepercayaan diri peserta didik. Diharapkan, pengalaman belajar yang menyenangkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat untuk terus belajar dan mengenal dunia.




BERITA #4


Kembangkan Kreativitas dan Kerja Sama, Peserta Didik Melanjutkan Lukisan Kupu-Kupu dengan Cat Air
Serang, Banten — Peserta didik SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Seni Rupa dengan kegiatan melanjutkan lukisan kupu-kupu secara berkelompok menggunakan cat air. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, mengeksplorasi perpaduan warna, serta belajar bekerja sama dalam menghasilkan karya seni.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik melanjutkan proses melukis kupu-kupu yang telah dikerjakan sebelumnya. Dengan menggunakan cat air dan kuas, mereka mewarnai bagian-bagian gambar kupu-kupu sesuai dengan ide dan kesepakatan kelompok. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih warna, memadukan berbagai warna, serta memperhatikan kerapian dan keindahan hasil lukisan.
Kegiatan melukis secara berkelompok memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada keterampilan seni, tetapi juga pada pengembangan kemampuan sosial. Peserta didik belajar berbagi alat dan bahan, menyampaikan pendapat, menghargai pilihan warna teman, serta membagi tugas agar pekerjaan dapat diselesaikan bersama. Proses ini membantu menumbuhkan sikap saling menghargai, tanggung jawab, dan gotong royong.
Penggunaan cat air juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal karakteristik bahan seni, seperti warna yang dapat diencerkan dengan air dan perpaduan warna yang menghasilkan kesan berbeda. Melalui eksplorasi tersebut, peserta didik dapat mengembangkan kepekaan terhadap warna sekaligus mengekspresikan gagasan dan imajinasi mereka dalam bentuk karya visual.
Pembelajaran Seni Rupa di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter dirancang untuk memberikan ruang bagi setiap peserta didik dalam mengembangkan potensi dan kreativitasnya. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, sehingga proses berkarya menjadi pengalaman belajar yang positif dan bermakna.
Melalui kegiatan melanjutkan lukisan kupu-kupu secara berkelompok ini, diharapkan peserta didik semakin percaya diri dalam berkarya, mampu menghargai proses kreatif, serta memahami bahwa sebuah karya yang indah dapat tercipta melalui kerja sama, kesabaran, dan semangat untuk belajar bersama.






BERITA #5


Menumbuhkan Literasi melalui Cerita Rakyat, Peserta Didik SD Al-Madina Berlatih Menulis Kembali dengan Bahasa Sendiri
Serang, Banten — Peserta didik SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi cerita rakyat. Dalam kegiatan ini, peserta didik menyimak tayangan cerita rakyat melalui platform YouTube, kemudian menuliskan kembali isi cerita tersebut di buku catatan masing-masing menggunakan bahasa mereka sendiri.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan menonton tayangan cerita rakyat yang dipilih sebagai bahan pembelajaran. Melalui media audiovisual, peserta didik dapat menyimak alur cerita, mengenali tokoh-tokoh yang terlibat, memahami latar kejadian, serta memperhatikan berbagai peristiwa yang membentuk jalannya cerita. Penggunaan video diharapkan dapat membantu peserta didik memahami isi cerita dengan lebih menarik dan mudah diikuti.
Setelah menyimak tayangan, peserta didik diminta menuliskan kembali cerita yang telah ditonton ke dalam buku catatan masing-masing. Mereka menggunakan bahasa sendiri untuk menceritakan kembali peristiwa-peristiwa penting sesuai dengan pemahaman mereka. Dalam proses ini, peserta didik berlatih menyusun kalimat, mengurutkan kejadian secara runtut, memilih informasi penting, serta menyampaikan kembali isi cerita tanpa sekadar menyalin dialog dari tayangan.
Kegiatan menulis kembali cerita rakyat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan menyimak, memahami bacaan atau cerita, dan menulis. Peserta didik juga dilatih untuk mengungkapkan gagasan dengan kata-kata sendiri, sehingga kemampuan berbahasa dan pemahaman terhadap isi cerita dapat berkembang secara bersamaan.
Selain mengasah keterampilan berbahasa, pembelajaran cerita rakyat juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia. Cerita rakyat umumnya memuat nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, dan akibat dari perilaku seseorang. Melalui cerita yang disimak, peserta didik dapat diajak mengenali pesan moral serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan literasi di sekolah. Dengan memadukan tayangan audiovisual dan latihan menulis, pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih bervariasi serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan kemampuan komunikasi peserta didik. Diharapkan, peserta didik semakin terampil memahami informasi, menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa sendiri, serta menghargai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Indonesia.



