Inklusif Berkarakter Today: Kamis, 22 Oktober 2026 M

Berita-berita terbaru yang ada pada hari ini dan materi yang dipelajari di periode waktu hari ini di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter, serta Resource Center (RC) dan Bengkel Kerja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

SEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MINKLUSIF BERKARAKTER TODAYKEBIASAAN HIDUP SEHARI-HARIHARI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) EFEKTIFPEKAN KETIGAHARI KAMISFASE C KELAS V (SUNAN KUDUS)FASE A KELAS II (SUNAN AMPEL)PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, PENERAPAN AGAMA BERBASIS AL-QUR'AN & HADIST, PEMAHAMAN FIQIH DAN PENGUATAN AQIDAH, BACA TULIS AL-QUR'AN, DAN TAHFIDZUL QUR'ANMATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)BAHASA PENGANTAR: INDONESIA, INGGRIS, DAN ARAB

Yafi Aldi Pranoto

10/23/20267 min read

Setiap Kelas, Setiap Mata Pelajaran

Materi Hari Ini

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #1

Belajar Pengukuran secara Langsung, Peserta Didik Kelas II SD Al-Madina Mengukur Benda dengan Satuan Tidak Baku

Serang, Banten, 22 Oktober 2026 — Peserta didik kelas II SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Matematika dengan materi pengukuran menggunakan satuan tidak baku. Melalui kegiatan praktik secara berkelompok, peserta didik diajak mengukur berbagai benda di lingkungan sekitar untuk memahami konsep panjang dan membandingkan ukuran melalui pengalaman langsung.

Dalam kegiatan ini, peserta didik bekerja sama mengukur benda-benda yang mudah ditemukan di kelas maupun lingkungan sekolah. Mereka menggunakan satuan tidak baku, seperti jengkal, depa, hasta, atau benda sederhana lainnya sebagai alat ukur. Dengan cara tersebut, peserta didik belajar bahwa panjang suatu benda dapat diketahui melalui proses pengukuran, meskipun belum menggunakan alat ukur standar seperti penggaris atau meteran.

Setiap kelompok memilih benda yang akan diukur, kemudian melakukan pengukuran secara bergantian dan mencatat hasilnya. Benda-benda seperti meja, buku, papan tulis, dan berbagai perlengkapan kelas dapat menjadi objek pengamatan. Peserta didik kemudian membandingkan hasil pengukuran untuk mengetahui benda yang lebih panjang atau lebih pendek.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami bahwa hasil pengukuran dengan satuan tidak baku dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya. Misalnya, panjang meja yang diukur menggunakan jengkal dapat menghasilkan jumlah yang berbeda karena ukuran jengkal setiap orang tidak selalu sama. Melalui pengamatan tersebut, peserta didik mulai mengenal pentingnya menggunakan satuan yang konsisten agar hasil pengukuran dapat dibandingkan dengan lebih tepat.

Selain memahami konsep Matematika, kegiatan berkelompok ini juga melatih keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas bersama. Peserta didik belajar berbagi peran, mengikuti langkah-langkah pengukuran, mencatat hasil dengan teliti, serta menghargai pendapat teman dalam proses diskusi.

Pembelajaran melalui praktik langsung menjadikan konsep pengukuran lebih konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik tidak hanya mempelajari materi melalui penjelasan guru, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mendorong pembelajaran Matematika yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Diharapkan, peserta didik semakin memahami dasar-dasar pengukuran, mengembangkan kemampuan berpikir logis, serta mampu menerapkan pengetahuan Matematika dalam berbagai situasi sehari-hari.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #2

Latih Ketelitian dalam Menulis, Peserta Didik Kelas II Belajar Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

Serang, Banten, 22 Oktober 2026 — Peserta didik kelas II SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi penggunaan huruf kapital yang benar. Melalui latihan pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), peserta didik belajar mengenali aturan penulisan huruf kapital dan menerapkannya dalam kata maupun kalimat sederhana.

Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik mempelajari penggunaan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, nama tempat, serta unsur nama hari dan bulan. Guru memberikan penjelasan dan contoh agar peserta didik dapat membedakan penggunaan huruf kapital dan huruf kecil sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia.

Setelah memahami materi, peserta didik mengerjakan latihan yang tersedia dalam LKPD. Mereka diminta memperbaiki penulisan kata atau kalimat yang belum menggunakan huruf kapital secara tepat. Melalui latihan tersebut, peserta didik berusaha mengidentifikasi kesalahan, menentukan bagian yang perlu diperbaiki, dan menuliskan kembali kalimat dengan ejaan yang benar.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap aturan penggunaan huruf kapital, tetapi juga melatih ketelitian dan kecermatan dalam menulis. Peserta didik belajar bahwa penggunaan huruf kapital merupakan bagian penting dari kaidah ejaan yang membantu tulisan menjadi lebih jelas, teratur, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Dengan mengerjakan LKPD, peserta didik juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan materi secara mandiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Guru mendampingi proses pengerjaan dan memberikan arahan ketika peserta didik mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat memperbaiki pemahaman secara bertahap.

Pembelajaran Bahasa Indonesia ini menjadi bagian dari upaya SD Al-Madina Inklusif Berkarakter dalam mengembangkan keterampilan literasi sejak dini. Kemampuan menulis dengan ejaan yang benar merupakan salah satu fondasi penting untuk mendukung kegiatan belajar peserta didik pada berbagai mata pelajaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik kelas II semakin terbiasa menggunakan huruf kapital secara tepat dalam tulisan sehari-hari, baik ketika mengerjakan tugas sekolah maupun saat menulis pengalaman dan gagasan mereka sendiri.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #3

Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini, Peserta Didik Kelas V Belajar Pentingnya Bersikap Jujur

Serang, Banten, 22 Oktober 2026 — Peserta didik kelas V SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan materi bersikap jujur. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya kejujuran sebagai salah satu akhlak terpuji yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik diajak memahami makna jujur, yaitu kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan kenyataan. Sikap jujur mengajarkan seseorang untuk menyampaikan kebenaran, tidak berbohong, serta berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Guru juga mengingatkan bahwa kejujuran merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam yang perlu dibiasakan sejak dini.

Untuk menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, peserta didik mempelajari berbagai contoh perilaku jujur di lingkungan sekitar. Contohnya adalah mengerjakan tugas secara mandiri, tidak menyontek ketika ujian, mengembalikan barang yang bukan miliknya, menyampaikan informasi sesuai kenyataan, serta mengakui kesalahan tanpa menyalahkan orang lain.

Melalui pembahasan contoh-contoh tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa bersikap jujur tidak hanya dilakukan ketika ada orang yang mengawasi, tetapi juga ketika tidak ada orang lain yang melihat. Kejujuran mencerminkan kesadaran diri dan keyakinan bahwa setiap perbuatan perlu dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt.

Pembelajaran ini juga mengajak peserta didik mengenali manfaat berperilaku jujur, seperti tumbuhnya rasa percaya dari orang lain, terjalinnya hubungan yang baik, serta terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman. Sebaliknya, kebiasaan berbohong dapat merusak kepercayaan dan menimbulkan berbagai permasalahan dalam hubungan dengan sesama.

Materi bersikap jujur menjadi bagian dari upaya SD Al-Madina Inklusif Berkarakter dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembentukan karakter peserta didik. Nilai kejujuran diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kegiatan belajar dan interaksi sehari-hari.

Melalui pembelajaran PAI ini, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya berkata dan bertindak jujur, berani mengakui kesalahan, serta membangun kebiasaan berperilaku amanah dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan di SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #4

Mengenal Sistem Organ Manusia melalui Miniatur, Pembelajaran IPAS Kelas V SD Al-Madina Lebih Interaktif

Serang, Banten, 22 Oktober 2026 — Peserta didik kelas V SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan materi sistem organ manusia. Dalam kegiatan ini, peserta didik memanfaatkan media pembelajaran berupa miniatur tubuh manusia beserta organ-organnya untuk mengenal bagian-bagian tubuh dan memahami fungsi organ dalam menunjang kehidupan manusia.

Melalui miniatur yang digunakan, peserta didik dapat mengamati letak dan bentuk berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, lambung, hati, dan usus. Media visual ini membantu peserta didik memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai susunan organ di dalam tubuh manusia, yang sulit diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Guru membimbing peserta didik untuk mengenali fungsi masing-masing organ. Otak berperan mengatur berbagai aktivitas tubuh, jantung memompa darah ke seluruh tubuh, paru-paru membantu proses pernapasan, sedangkan lambung dan usus berperan dalam proses pencernaan makanan. Peserta didik juga diajak memahami bahwa setiap organ memiliki fungsi khusus dan saling bekerja sama agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Penggunaan miniatur tubuh dan organ manusia memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengamatan langsung. Mereka dapat memperhatikan posisi organ, mengidentifikasi nama-namanya, serta menghubungkan bentuk dan letak organ dengan fungsinya. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong untuk aktif bertanya, menyampaikan pendapat, dan membangun pemahaman berdasarkan hasil pengamatan.

Pembelajaran ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Setelah mengenal fungsi organ-organ manusia, peserta didik dapat menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kebiasaan hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan, dan beristirahat dengan cukup.

Pemanfaatan media miniatur menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran IPAS yang konkret, menarik, dan bermakna. Materi yang berkaitan dengan struktur tubuh manusia dapat dipahami secara lebih mudah ketika peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengamati objek pembelajaran, bukan hanya membaca penjelasan dari buku.

Melalui kegiatan ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter terus mendorong pembelajaran yang aktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Diharapkan, peserta didik semakin memahami sistem organ manusia, mengembangkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan, serta tumbuh kesadaran untuk menjaga kesehatan sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

BERITA #5

Perkuat Pemahaman Al-Qur’an dan Kemampuan Berdakwah, SD Al-Madina Gelar Kokurikuler Keagamaan Setiap Kamis

Serang, Banten, 22 Oktober 2026 — SD Al-Madina Inklusif Berkarakter melaksanakan kegiatan kokurikuler keagamaan setiap hari Kamis setelah jam pelajaran berakhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pemahaman agama Islam, membiasakan peserta didik berinteraksi dengan Al-Qur’an, serta menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Pada kegiatan kali ini, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pendalaman Al-Qur’an dan kelompok latihan kultum atau kuliah tujuh menit. Pembagian kelompok ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan sesuai dengan fokus pembelajaran masing-masing, dengan pendampingan guru.

Kelompok pendalaman Al-Qur’an mengikuti kegiatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dan memahami bacaan Al-Qur’an. Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berlatih membaca secara bertahap dengan memperhatikan pelafalan huruf, ketepatan bacaan, dan penerapan kaidah tajwid sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, peserta didik diharapkan semakin lancar membaca Al-Qur’an dan tumbuh kecintaannya terhadap kitab suci umat Islam.

Sementara itu, kelompok latihan kultum berfokus pada pengembangan kemampuan menyampaikan ceramah singkat bertema keagamaan. Peserta didik berlatih menyusun materi sederhana yang memuat pesan-pesan kebaikan, seperti pentingnya kejujuran, menghormati orang tua dan guru, menjaga kebersihan, serta membiasakan ibadah. Mereka juga belajar menyampaikan materi secara runtut, menggunakan bahasa yang santun, dan berbicara dengan percaya diri di hadapan orang lain.

Kedua kelompok memiliki tujuan yang saling melengkapi. Pendalaman Al-Qur’an membantu peserta didik meningkatkan kemampuan membaca kitab suci, sedangkan latihan kultum memberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sekaligus belajar menyampaikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga berlatih menerapkannya melalui sikap dan perilaku positif.

Pelaksanaan kokurikuler keagamaan secara rutin setiap Kamis juga menjadi sarana pembentukan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian. Peserta didik didorong untuk belajar secara bertahap dalam suasana yang mendukung, saling menghargai, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui program ini, SD Al-Madina Inklusif Berkarakter berkomitmen menghadirkan pendidikan keagamaan yang tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga pembiasaan dan pengembangan keterampilan. Diharapkan, peserta didik semakin dekat dengan Al-Qur’an, mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan santun, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepercayaan diri.