Perkuat Spiritualitas dan Pembinaan Diri, Sekretaris Yayasan Sekaligus Ketua KPAI RI Gelar Istigotsah dan Bimbingan Tazkiyatun Nufus Bersama Guru SD Al-Madina
SD Al-Madina Inklusif Berkarakter menerima kunjungan Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd. atau lebih akrab disapa Gus Aris, selaku Sekretaris Yayasan Al-Madina Abdi Nusantara sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI.
BERITA SEKOLAHSEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MHARI JUM'ATPEKAN KETIGAKOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI)ISTIGOTSAH DAN TAWWASUL
Yafi Aldi Pranoto, S.Pd.
10/23/20262 min read


Serang, Banten, 23 Oktober 2026 — SD Al-Madina Inklusif Berkarakter menerima kunjungan Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd. atau lebih akrab disapa Gus Aris, selaku Sekretaris Yayasan Al-Madina Abdi Nusantara sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI. Dalam pertemuan bersama para guru SD Al-Madina, beliau mengadakan istigotsah dan tawasul, dilanjutkan dengan bimbingan tazkiyatun nufus sebagai upaya memperkuat spiritualitas, membina hati, dan meningkatkan kualitas diri para pendidik.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk sejenak menenangkan diri, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Swt., serta mempererat kebersamaan dalam lingkungan sekolah. Melalui istigotsah dan tawasul, para guru diajak untuk berdoa, memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah Swt., serta menumbuhkan kesadaran bahwa tugas mendidik merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan keikhlasan dan tanggung jawab.
Dalam bimbingan yang disampaikan, Gus Aris menjelaskan tentang tazkiyatun nufus, yaitu proses menyucikan, membersihkan, dan memperbaiki jiwa agar seseorang mampu mengendalikan hawa nafsu, menjauhi sifat-sifat tercela, serta menumbuhkan akhlak dan perilaku yang baik. Tazkiyatun nufus bukan hanya berkaitan dengan ibadah secara lahiriah, tetapi juga mencakup pembinaan hati, niat, pikiran, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau menekankan bahwa proses penyucian jiwa perlu dimulai dari kesadaran untuk mengenali dan memperbaiki diri sendiri. Seseorang perlu belajar mengendalikan amarah, mengurangi kesombongan, menjauhi iri hati, menjaga lisan, serta menumbuhkan sifat sabar, ikhlas, rendah hati, jujur, dan penuh kasih sayang. Proses ini memerlukan kesungguhan dan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui ibadah, introspeksi diri, serta upaya memperbaiki perilaku dari waktu ke waktu.
Bagi seorang guru, tazkiyatun nufus memiliki peran penting karena mendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga memberikan teladan melalui sikap dan perilaku. Guru yang terus berusaha memperbaiki diri diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih tenang, sabar, adil, dan penuh kepedulian. Ketika menghadapi beragam karakter dan kebutuhan peserta didik, kejernihan hati dan kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
Hal tersebut selaras dengan semangat SD Al-Madina Inklusif Berkarakter yang mengedepankan pendidikan inklusif dan pembentukan karakter. Setiap peserta didik memiliki potensi, karakteristik, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan sikap empati, menghargai perbedaan, serta memberikan pendampingan dengan penuh kesabaran dan penghormatan terhadap martabat setiap anak.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga semakin terdorong untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam interaksi dengan sesama guru, peserta didik, orang tua, maupun seluruh warga sekolah.
Kunjungan dan bimbingan ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pembinaan kualitas pribadi dan akhlak para pendidik. Dengan hati yang terus dibina, niat yang diluruskan, serta perilaku yang senantiasa diperbaiki, guru diharapkan dapat menjalankan amanah pendidikan dengan lebih ikhlas dan bijaksana demi mendukung tumbuh kembang peserta didik SD Al-Madina Inklusif Berkarakter.
Dokumentasi
Foto dan video yang berhubungan dengan artikel blog


























