Siswa SD Al-Madina Presentasikan Rancangan Rumah Tahan Gempa dalam Kokurikuler STEAM

Peserta didik SD Al-Madina Inklusif Berkarakter mengikuti kegiatan kokurikuler STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) melalui kegiatan perancangan dan presentasi blueprint rumah tahan gempa.

BERITA SEKOLAHSEMESTER GASAL TP 2026-2027OKTOBER 2026 MMINGGU KE-1KOKURIKULER UNGGULAN: PERTUNJUKAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS)

Yafi Aldi Pranoto, S.Pd.

10/6/20261 min read

Serang — Peserta didik SD di Kota Serang mengikuti kegiatan kokurikuler STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) melalui kegiatan perancangan dan presentasi blueprint rumah tahan gempa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak peserta didik untuk menghubungkan berbagai bidang ilmu dalam menyelesaikan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diajak mengenal konsep dasar mengenai gempa bumi serta memahami pentingnya membangun hunian yang memiliki struktur aman dan kokoh. Setelah memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar bangunan tahan gempa, peserta didik kemudian menuangkan gagasan mereka dalam bentuk rancangan atau blueprint rumah tahan gempa.

Melalui rancangan tersebut, peserta didik belajar mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari bentuk dan tata letak bangunan, kekuatan struktur, penggunaan material, hingga aspek estetika. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengembangkan desain sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing.

Tahap selanjutnya adalah presentasi rancangan. Peserta didik memaparkan blueprint yang telah dibuat di hadapan guru dan teman-teman. Mereka menjelaskan konsep rumah yang dirancang, alasan pemilihan bentuk dan struktur bangunan, serta berbagai pertimbangan yang digunakan agar rumah dapat lebih aman ketika terjadi gempa.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains dan teknologi, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, dan berkreasi. Unsur Science terlihat ketika peserta didik mempelajari fenomena gempa dan prinsip bangunan tahan gempa. Unsur Technology dan Engineering diterapkan melalui proses perancangan struktur bangunan, sedangkan Art dan Mathematics digunakan dalam penggambaran desain, pengukuran, perhitungan, serta penataan bentuk bangunan.

Melalui kegiatan kokurikuler STEAM ini, peserta didik tidak hanya belajar menghasilkan sebuah gambar rancangan, tetapi juga belajar bahwa pengetahuan dari berbagai bidang dapat digunakan secara bersama-sama untuk mencari solusi terhadap suatu permasalahan nyata.

Presentasi blueprint rumah tahan gempa tersebut menjadi pengalaman belajar yang menarik sekaligus bermakna bagi peserta didik. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, peserta didik semakin terbiasa mengamati permasalahan di lingkungan sekitar, mengembangkan ide, merancang solusi, serta berani menyampaikan hasil pemikirannya kepada orang lain.

Dokumentasi

Foto dan video yang berhubungan dengan artikel blog